Transplantasi Hati Ketiga Berhasil, RSUP Fatmawati Buktikan Indonesia Mampu Tanpa Harus Berobat ke Luar Negeri

HUMAS - RSUP Fatmawati

Friday, 10 April 2026 16:39 WIB

Responsive image

Gambar dari HUMAS RSUP Fatmawati

Jakarta, 10 April 2026 — RSUP Fatmawati kembali menunjukkan kapasitasnya dalam layanan kesehatan rujukan nasional dengan berhasil melaksanakan transplantasi hati ketiga pada 9 April 2026. Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan sirosis hati akibat hepatitis B, menggunakan pendekatan living donor liver transplantation, di mana donor berasal dari anggota keluarga pasien. Keberhasilan ini menegaskan bahwa layanan transplantasi hati di Indonesia terus berkembang dan dapat diandalkan. Masyarakat kini tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk menjalani operasi transplantasi hati, karena prosedur tersebut sudah dapat dilakukan di dalam negeri dengan standar medis yang tinggi dan tim multidisiplin yang kompeten. Proses transplantasi hati merupakan tindakan medis yang kompleks, melibatkan berbagai tahapan mulai dari seleksi pasien, persiapan pra-operasi, tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi. Seluruh rangkaian ini dijalankan secara cermat oleh tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, seperti bedah digestif, gastroentero-hepatologi, anestesi, kardiologi, pulmonologi, radiologi, patologi, rehabilitasi medik, gizi, hingga keperawatan. Selain itu, RSUP Fatmawati juga menjalin kerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pengembangan layanan transplantasi secara berkelanjutan. Transplantasi hati menjadi salah satu terapi penting bagi pasien dengan penyakit hati stadium lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, tindakan ini tetap memerlukan seleksi ketat serta kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia. Ke depan, RSUP Fatmawati berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan transplantasi hati di Indonesia, tidak hanya dari sisi kuratif, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif, seperti edukasi pencegahan hepatitis dan pentingnya deteksi dini penyakit hati. Dengan pencapaian ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat mengakses layanan transplantasi hati secara optimal tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.